Praktik Baik Pemerataan Akses Literasi Bagi Anak-Anak Pengidap HIV/AIDS Menggunakan Buku Cerita Tiga Dimensi Di Kota Surakarta
DOI:
https://doi.org/10.61477/abdisamulang.v3i1.35Kata Kunci:
ADHA, Akses Literasi, Diskriminasi, Buku Cerita Tiga DimensiAbstrak
Stigmatisasi terhadap Anak dengan HIV/AIDS (ADHA) telah menyebabkan adanya diskriminasi terhadap akses literasi bagi ADHA. Padahal, kemampuan literasi, khususnya bahasa dan budaya, sangat diperlukan bagi setiap anak, termasuk ADHA. Oleh karena itu, praktik baik guna meratakan dan meningkatkan literasi bagi ADHA, khususnya di Rumah Singgah Yayasan Lentera Kota Surakarta, sangat diperlukan. Lokasi pengabdian dipilih di Kota Surakarta, dengan mitra Yayasan Lentera, sebagai tempat intensif bagi ADHA. Kegiatan pengabdian melibatkan 25 peserta ADHA usia 10-12 tahun dari pendidikan dasar. Menghadapi stigmatisasi masyarakat terhadap ADHA, tim pengabdian merancang praktik baik pemerataan akses literasi menggunakan buku cerita tiga dimensi. Kegiatan melibatkan pengalaman dan pemahaman peserta tentang cerita rakyat Jawa Tengah, dengan ujian prates mengenai cerita Bledug Kuwu. Pengabdian dilakukan melalui tiga tahapan, yakni pengisian prates, pembacaan cerita rakyat menggunakan buku cerita bergambar tiga dimensi, dan pascates. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman dan pengetahuan ADHA terhadap materi cerita rakyat Jawa Tengah yang disajikan melalui buku cerita bergambar tiga dimensi. Penggunaan media ini dianggap efektif karena dapat meningkatkan fokus peserta, sekaligus memperkuat literasi bahasa dan budaya. Evaluasi keberhasilan program mengacu pada hasil pascates yang dikerjakan peserta. Program ini berhasil merangsang minat dan antusiasme peserta, menciptakan perubahan positif dalam literasi ADHA di Kota Surakarta.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 Afrizal Adi Prayoga, Pradana Ricardo

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








