Pemanfaatan Daun Pinus Sebagai Pestisida Nabati di Nagari Tanjung Haro Sikabu-Kabu Padang Panjang Kabupaten Lima Puluh Kota
DOI:
https://doi.org/10.61477/abdisamulang.v5i2.99Kata Kunci:
Daun Pinus, Hortikultura, Kutu Daun, Pertanian Berkelanjutan, Pestisida NabatiAbstrak
Penggunaan pestisida sintetis masih menjadi pilihan utama petani hortikultura dalam mengendalikan hama, termasuk kutu daun. Namun, penggunaan yang terus-menerus dapat menimbulkan berbagai dampak negatif terhadap lingkungan maupun kesehatan. Di Nagari Tanjung Haro Sikabu-kabu Padang Panjang, daun pinus (Pinus merkusii) tersedia dalam jumlah melimpah, tetapi belum banyak dimanfaatkan dan hanya menjadi seresah di sekitar kawasan hutan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan daun pinus sebagai pestisida nabati untuk mengendalikan kutu daun pada tanaman hortikultura. Kegiatan dilaksanakan pada 14 Januari – 18 Februari 2026 melalui survei lokasi, sosialisasi, pelatihan pembuatan pestisida nabati, pengaplikasian di lapangan, serta monitoring hasil. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat mampu memahami dan mempraktikkan pembuatan pestisida nabati daun pinus secara mandiri. Pengaplikasian pestisida nabati juga mampu menekan populasi kutu daun pada tanaman hortikultura. Efektivitas tersebut diduga berkaitan dengan kandungan senyawa aktif seperti terpenoid, flavonoid, saponin, dan tanin yang terdapat pada daun pinus. Pemanfaatan daun pinus sebagai pestisida nabati diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif pengendalian hama yang lebih ramah lingkungan sekaligus meningkatkan pemanfaatan sumber daya lokal yang tersedia di sekitar masyarakat.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Janu Permadi, Alvito Cardova, Ehud Yosafat Panggabean, Mutiara Bintang, Farras Diva, Gilang Bagus Priono, Angga Saputra, Novi Yulanda Sari, Farid Azel, Nursamsi

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








